TARAD
BAB 3
Pengertian Otomatisasi Kantor
Sistem
otomatisasi kantor ( dalam bahasa inggris : office Automation sehingga
disingkat OA) di definisikan sebagai sistem informasi berbasis telekomunikasi
yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan pesan dokumen dan
komunikasi elektronik lainnya antar individu, kelompok kerja, dan organisasi.
Berikut ini merupakan konsep otomatisasi kantor.
a. Proses
yang terjadi di perkantoran seperti halnya proses manufaktur selalu mengarah ke
otomatisasi.
b. Otomatisasi
kantor berevolusi dari aplikasi-aplikasi yang terpisah dan tanpa rencana menuju
aplikasi yang terencana dan terpadu.
c. Otomatisasi menudahkan penerimaan dan pengiriman informasi.
d. Otomatisasi
kantor memberikan keuntungan lebih besar melalui pengambilan keputusan yang
lebih baik.
e. Otomatisasi kantor sebagai pelengkap bagi metode komunikasi
tradisional bukan sebagai pengganti.
Merencanakan Penerapan Otomatisasi
Administrasi Perkantoran
Konsep-konsep
otomatisasi perkantoran yang perlu dipahami dalam merencanakan penerapan
otomatisasi perkantoran adalah sebagai berikut.
1. Proses
yang terjadi pada perkantoran seperti halnya proses manufaktur selalu mengarah
ke otomatisasi.
2. Otomatisasi
kantor berevolusi dari aplikasi-aplikasi yang terpisah dan tanpa rencana menuju
aplikasi yang terencana dan terpadu.
3. Otomatisasi
kantor memudahkan penerimaan dan pengiriman informasi.
4. Otomatisasi
kantor memberikan keuntungan lebih besar melalui pengambilan keputusan yang
lebih baik.
5. Otomatisasi
kantor sebagai pelengkap bagi metode komunikasi tradisional bukan sebagai
pengganti.
Dengan
memahami konsep-konsep tersebut, kita dapat merencanakan penerapan otomatisasi
dengan baik. Selain itu, kita juga perlu untuk mempertimbangkan dampak yang
akan terjadi serta mengambil langkah antisipasi agar dampak buruk dari
otomatisasi perkantoran dapat dihindari.
Tahapan
yang bisa dilakukan untuk menerapkan otomatisasi perkantoran sebagai berikut.
1 . Menyiapkan
sumber daya komputer.
2 . Menyiapkan
akses ke sumber daya informasi (intranet atau internet).
3 . Menyiapkan
perlengkapan non komputer.
4 . Memanfaatkan
konferensi telepon.
. Melakukan
pertemuan rutin untuk mengevaluasi penerapan otomatisasi dan merencanakan
pengembangan berikutnya.
6. Melakukan
rutinitas kerja berbasis otomatisasi.
Dalam
menerapkan otomatisasi, kita juga perlu memperhatikan prinsip kerja efektif
agar dampak nuruk otomatisasi (kemalasan, pemborosan) dapat dihindari. Prinsip
kerja efektif menurut Leffingwell adalah sebagai berikut.
1 . Perencanaan,
merencanakan secara benar.
2 . Jadwal,
pekerjaan harus dijadwalkan dengan baik.
3 . Pelaksanaan,
pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik.
4 . Ukuran,
hasil pekerjaan harus diukur sesuai kemampuan dan standar.
5 . Imbalan,
imbalan harus sesuai yang mencakup kondisi kerja, kesehatan, pengerabangan
diri, dan gaji.
Dampak Otomatisasi Perkantoran
a. Keuntungannya
Keuntungan otomatisasi perkantoran
sebagai berikut.
1) Pengurangan
biaya fasilitas
Perusahaan tidak harus memiliki
kapasitas kantor yang besar, sehingga mengurangi biaya sewa dan perluasan
kantor.
2) Pengurangan
biaya peralatan
Telecommuter dapat berbagai
peralatan seperti halnya para peserta LAN dalam berbagai sumber daya.
3) Jaringan
komunikasi formal
Meningkatnya perhatian pada
kebutuhan telecommuter berpotensi menghasilkan komunikasi yang
lebih baik daripada jika semua pegawai bekerja di lokasi yang tetap.
4) Pengurangan
penghentian kerja
Dengan kantor maya, keadaan cuaca
tidak mempengaruhi kegiatan transportasi kerja.
5) Kontribusi
sosial
Kantor maya memungkinkan perusahaan
mempekerjakan pegawai yang tidak memiliki peluang kerja diluar tempat
tinggalnya.
b. Kerugiannya
Kerugian otomatisasi perkantoran
sebagai berikut.
1) Rasa
tidak memiliki
Kurangnya kontak langsung antar
pegawai, membuat berkurangnya perasaan menjadi bagian penting dari suatu
organisasi.
2) Takut
kehilangan pekerjaan
Kurangnya rasa keterkatian dengan
operasional perusahaan, maka pegawai merasa mudah untuk dilepaskan/dipecat.
3) Semangat
kerja yang rendah
Tidak adanya interaksi berupa umpan
balik secara langsung dari rekan maupun atasan, kemudian biasanya gaji bagi
telecommuter lebih rendah, maka akan memengaruhi semangat kerja.
4) Ketegangan
keluarga
Ketegangan keluarga akan sangat
berpengaruh pada kinerja para telecommuter.
Pengguna Otomatisasi Kantor
Otomatisasi
perkantoran diunakan oleh semua orang yang bekerja didalam kantor. Namun ada
empat kategori penggunaan otomatisasi perkantoran, sebagai berikut.
a. Manajer
Manajer
adalah orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan, terutama
sumber daya manusia.
b. Profesional
Profesional
tidak mengelola orang, tetapi menyumbangkan keahlian khususnya
( misalnya
pembeli, wiraniaga, dan asisten staf khusus). Manajer dan profesional secara bersama
dikenal sebagai pekerja terdidik.
c. Sekretaris
Sekretaris
biasanya ditugaskan pada pekerja terdidik tertentu untuk melaksanakan berbagai
tugas seperti menangani korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal
pertemuan.
d. Pegawai Administratif
Pegawai administratif melaksanakan
tugas-tugas untuk sekretaris, seperti mengoperasikan mesin fotokopi, menyusun
dokumen, menyimpan dokumen, dan mengirimkan surat.
Komentar
Posting Komentar